Memiliki sahabat yang baik, sholihah dan bijak adalah kebaikan yang
Allah berikan kepadaku. Beberapa waktu lalu sahabatku, tempat berkeluh kesahku
setelah Allah menyempatkan mengirimiku pesan via whatsapp disela
padatnya jadwal ujian yang sedang ditempuhnya untuk menyelesaikan studi di
Al-Azhar Mesir. Kami yang sejak dulu memiliki mimpi untuk melanjutkan studi di
luar negeri ketika kami masih berjuang di pesantren, kini lihatlah Allah
mengabulkan mimpi kami, Qodarullah setelah alpanya restu ayah untuk
ku berkuliah di Islamic internasional
university Islamabad, Pakistan, beberapa bulan kemudian dengan izin Allah
Aisyah berangkat menuju negeri kinanah, Mesir untuk melanjutkan studi disana.
Bagaimana dengan aku? Aku tetap melanjutkan studiku namun tetap pada jangkauan
mata ayah dan ibu. Aku melanjutkan studi di universitas swasta di kota
kelahiranku, sedih memang namun aku yakin ini yang terbaik untukku, kabar
baiknya Aisyah akan berjanji mengirim foto foto kegiatannya di Mesir agar aku
termotivasi belajar dan kelak aku juga bisa merasakan belajar di negeri orang.
Tidak biasanya Aisyah mengirim pesan yang cukup banyak, dengan
mengawalinya “Qousa ini mimpiku sekarang menurutmu bagaimana?”, kemudian pelan
pelan aku baca pesan yang cukup panjang tersebut.
Qousa…temanku yang sedang menyelesaikan tugas akhir..
"Beberapa waktu lalu aku tertegun dan tersentuh membaca hadist
Rosulullah…bagaimana mudahnya kita masuk surga dari pintu manapun, Qousa ini
bukan karena kita berdua mahasiswi tingkat akhir dan aku terburu-buru, kita
sama sama tahu kan, kita mempunyai mimpi untuk melanjutkan studi bersama-sama
sampai kapanpun, menjelajah dunia, ah satu lagi kita ingin ke Turki, melihat
warisan sejarah Turki Utsmani, melihat megahnya Haghia Shofia dan berkunjung ke
Andalusia bersama kan? In shaa Allah…biidznillah."
“Qousa kamu pernah mendengar dan membaca hadist ini, bahwasannya
Rosulullah SAW bersabda “jika seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di
bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, niscaya akan
dikatakan padanya “masuklalah kedalam surga dari pintu manapun”, aku yakin, sahabatku yang sholihah ini sudah pernah membacanya. Jadi Qousa aku
sedikit merubah arah yang ingin kugapai, sekarang jika kita masih sendiri, mari
kita menggapai apapun impian kita, namun jika Allah takdirkan
masing masing kita bertemu laki-laki yang Allah pilihkan untuk menjadi suami dan
imam kita kelak, maka aku ingin membersamai secara penuh apa apa yang
diusahakannya.”
“Aku ingin menjadi istri yang baik dari suami yang baik pula, dia
yang setiap langkahnya selalu dalam kebaikan. Dia laki laki yang baik Agama dan
akhlaqnya, yang dapat membahagiakanku bukan dengan harta namun juga keimananya,
sehingga aku dapat diajaknya kekal bersama di surga Allah. Aku ingin memiliki
anak-anak yang sholih-sholihah, anak-anak yang pemahaman terhadap Allah dan
Rosul lebih dari apapun, mengusahakan mereka menjadi anak-anak ahli Qur’an maka
hari ini aku mendidik diriku sendiri untuk lebih banyak berinteraksi dengan Qur’an. Qousa, maukah kamu berusaha bersamaku untuk menjadi wanita yang
masuk surga dari pintu manapun? Qousa izinkan aku bersamamu, walaupun jika
nanti masing-masing dari kita sudah memliki suami, tetap saling mengingatkan
dalam kebaikan ya, uhibbuki fillah.”
Aku diam dan tidak tahu harus membalas apa, Aisyah mengingatkanku
sesuatu hari ini, bahwasannya masa muda yang sedang aku jalani, adalah proses
belajar untuk menjadi wanita terbaik, wanita-wanita ahli surga. Kemudian beberapa
menit kemudian aku membalas pesannya.
“Cepatlah selesaikan studimu dan pulanglah, ummat sedang menunggu
kehadiran seseorang sepertimu, termasuk aku. Aisyah uhibbukillati ahbabtani
lah, harusnya aku yang memintamu untuk terus membersamaiku, in shaa
Allah dengan apa yang kamu usahakan sekarang kamu akan menjadi wanita yang
masuk surga dari pintu manapun. Salam rindu untuk Mesir dari Indonesia ya Ais.”
Hari itu berkat Aisyah aku kembali merangkai apa apa yang harus
kugapai, membuat target target harian, mengevaluasi aktifitasku selama ini dan
juga terus memperbaiki diri menjadi lebih baik. Dengan harapan dan doa kepada
Allah agar kita dapat dipertemukan dengan pasangan terbaik yang dengannya kita dapat masuk surga dari pintu manapun.
10 Ramadhan1439 H, cerpen yang masih banyak kekurangan, disela
menyelesaikan tugas akhir yang in shaa Allah akan segera selesai 😊
#RamadhanBerbagiInspirasi
#FLPGresik
#Ramadhanday10
Komentar
Posting Komentar