RAMADHAN 10th DAY# IZINKAN AKU TERUS BERSAMAMU



Memiliki sahabat yang baik, sholihah dan bijak adalah kebaikan yang Allah berikan kepadaku. Beberapa waktu lalu sahabatku, tempat berkeluh kesahku setelah Allah menyempatkan mengirimiku pesan via whatsapp disela padatnya jadwal ujian yang sedang ditempuhnya untuk menyelesaikan studi di Al-Azhar Mesir. Kami yang sejak dulu memiliki mimpi untuk melanjutkan studi di luar negeri ketika kami masih berjuang di pesantren, kini lihatlah Allah mengabulkan mimpi kami, Qodarullah setelah alpanya restu ayah untuk ku  berkuliah di Islamic internasional university Islamabad, Pakistan, beberapa bulan kemudian dengan izin Allah Aisyah berangkat menuju negeri kinanah, Mesir untuk melanjutkan studi disana. Bagaimana dengan aku? Aku tetap melanjutkan studiku namun tetap pada jangkauan mata ayah dan ibu. Aku melanjutkan studi di universitas swasta di kota kelahiranku, sedih memang namun aku yakin ini yang terbaik untukku, kabar baiknya Aisyah akan berjanji mengirim foto foto kegiatannya di Mesir agar aku termotivasi belajar dan kelak aku juga bisa merasakan belajar di negeri orang.

Tidak biasanya Aisyah mengirim pesan yang cukup banyak, dengan mengawalinya “Qousa ini mimpiku sekarang menurutmu bagaimana?”, kemudian pelan pelan aku baca pesan yang cukup panjang tersebut.

Qousa…temanku yang sedang menyelesaikan tugas akhir..

"Beberapa waktu lalu aku tertegun dan tersentuh membaca hadist Rosulullah…bagaimana mudahnya kita masuk surga dari pintu manapun, Qousa ini bukan karena kita berdua mahasiswi tingkat akhir dan aku terburu-buru, kita sama sama tahu kan, kita mempunyai mimpi untuk melanjutkan studi bersama-sama sampai kapanpun, menjelajah dunia, ah satu lagi kita ingin ke Turki, melihat warisan sejarah Turki Utsmani, melihat megahnya Haghia Shofia dan berkunjung ke Andalusia bersama kan? In shaa Allah…biidznillah."

“Qousa kamu pernah mendengar dan membaca hadist ini, bahwasannya Rosulullah SAW bersabda “jika seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya “masuklalah kedalam surga dari pintu manapun”, aku yakin, sahabatku yang sholihah ini sudah pernah membacanya. Jadi Qousa aku sedikit merubah arah yang ingin kugapai, sekarang jika kita masih sendiri, mari kita menggapai apapun impian kita, namun jika Allah takdirkan masing masing kita bertemu laki-laki yang Allah pilihkan untuk menjadi suami dan imam kita kelak, maka aku ingin membersamai secara penuh apa apa yang diusahakannya.”

“Aku ingin menjadi istri yang baik dari suami yang baik pula, dia yang setiap langkahnya selalu dalam kebaikan. Dia laki laki yang baik Agama dan akhlaqnya, yang dapat membahagiakanku bukan dengan harta namun juga keimananya, sehingga aku dapat diajaknya kekal bersama di surga Allah. Aku ingin memiliki anak-anak yang sholih-sholihah, anak-anak yang pemahaman terhadap Allah dan Rosul lebih dari apapun, mengusahakan mereka menjadi anak-anak ahli Qur’an maka hari ini aku mendidik diriku sendiri untuk lebih banyak berinteraksi dengan Qur’an. Qousa, maukah kamu berusaha bersamaku untuk menjadi wanita yang masuk surga dari pintu manapun? Qousa izinkan aku bersamamu, walaupun jika nanti masing-masing dari kita sudah memliki suami, tetap saling mengingatkan dalam kebaikan ya, uhibbuki fillah.”

Aku diam dan tidak tahu harus membalas apa, Aisyah mengingatkanku sesuatu hari ini, bahwasannya masa muda yang sedang aku jalani, adalah proses belajar untuk menjadi wanita terbaik, wanita-wanita ahli surga. Kemudian beberapa menit kemudian aku membalas pesannya.

“Cepatlah selesaikan studimu dan pulanglah, ummat sedang menunggu kehadiran seseorang sepertimu, termasuk aku. Aisyah uhibbukillati ahbabtani lah, harusnya aku yang memintamu untuk terus membersamaiku, in shaa Allah dengan apa yang kamu usahakan sekarang kamu akan menjadi wanita yang masuk surga dari pintu manapun. Salam rindu untuk Mesir dari Indonesia ya Ais.”

Hari itu berkat Aisyah aku kembali merangkai apa apa yang harus kugapai, membuat target target harian, mengevaluasi aktifitasku selama ini dan juga terus memperbaiki diri menjadi lebih baik. Dengan harapan dan doa kepada Allah agar kita dapat dipertemukan dengan pasangan terbaik yang dengannya kita dapat masuk surga dari pintu manapun.

10 Ramadhan1439 H, cerpen yang masih banyak kekurangan, disela menyelesaikan tugas akhir yang in shaa Allah akan segera selesai 😊

#RamadhanBerbagiInspirasi
#FLPGresik
#Ramadhanday10 

Komentar