RAMADHAN 5TH DAY #NOSTALGIA---IKHTIAR PENDIDIKAN TERBAIK

Pilar-pilar gedung pertemuan ini masih sama, berdiri kokoh sejak dibangun 6 tahun lalu. Gedung ini megah, indah dan tampak menawan, hanya saja dalam dua hari ini suasana di gedung ini membuatku banyak bersyukur, kepada Allah dan juga orangtuaku. Aku bersyukur diberi orangtua yang begitumemperhatikan pendidikan Agama anak-anaknya, yang kadang disatu sisi dari sisi-sisi kebaikan mereka, kadang aku merasa dalam beberapa hal rasanya tidak adil untukku.

Memori sebelas tahun lalu seakan berputar bagaikan piringan hitam kuno yang memutar lagu lagu nostalgia, seakan aku terperangkap dalam kenangan memori nostalgia yang kadang membuatku menangis, kesal namun lebih banyak membuatku tersenyum bahagia, dan mata ini tanpa diberi komando meneteskan bulir-bulir hangatnya seakan mendukung suasana hati.

            Hari itu aku masih ingat syawwal tahun lalu aku diberi amanah untuk mengantarkan anak-anak yang akan mendaftar dan mengikuti ujian di pesantren tempat aku menimba ilmu 12 tahun yang lalu. Hari itu lelahnya mengikuti prosedur mendaftar disana, membuatku berfikir keras dan juga ikut merasakan bagaimana kuatnya perjuangan ayah dan ibuk dalam mengikhtiarkan pendidikan terbaik untukku.

            Kuakui dan harus kuakui bagaimana lelah dan ketatnya seleksi di pesantren tempatku belajar dulu, banyaknya prosedur yang harus dilengkapi, mulai dari pemberkasan sampai tes kesehatan yang aku yakini mereka lebih lelah dengan umur mereka dahulu untuk mengantri dengan ribuan pendaftar lain.

            Ahh ayah, ibuk anakmu hari ini masih mengingatnya bagaimana ayah menenangkan anak perempuannya yang saat itu masih kecil, masih sangat berat untuk hidup terpisah dari kalian, banyaknya hafalan berbahasa asing yang harus anakmu hafalkan, lelahnya raga dan kaki putri kecilmu ini untuk mengikuti segala rutinitas, penat melintas, rindu dengan kalian memanas, dan keinginan untuk pulang kepelukan ayah dan ibuk semakin jelas.

            Lelah dan menangis sangat sering aku adukan kepada mereka berdua, keinginan untuk pulang dan bersekolah sama seperti teman temanku pada umumnya sudah kuutarakan. Ibu banyak diam karena tidak tega melihatku terisak ingin kembali kerumah, namun ayah menguatkan dan berkata”ayah yakin nduk, disini kamu akan mendapat ilmu lebih baik, pemahamanmu agamapun akan lebih baik dari kami, kami hanya ingin kamu menjadi lebih baik dari kami terutama dalam pemahaman agama, ayah mohon ya…mudahkan ayah dan ibuk masuk surga-Nya berkat kebaikan kamu nanti, ayah mohon ya.”

            Semenjak hari itu aku berjuang untuk menaklukan semua tahapan pendidikan disini, disiplin yang ketat dalam hal apapun, pelajaran yang sangat menguras otak, ujian seperti anak kuliahan tidak ada pilihan ganda, semuanya essay dan beratnya ujian akhir kelas enam mengharuskan kami menuntaskan buku-buku tebal dan berjilid menjadi makanan setiap hari untuk menuntaskan pendidikan disana. kejujuran kami dilatih ketika ujian, dimana ketika ada dari kami yang tidak jujur, pesantren akan mengeluarkan dan mengusir kami dan tidak ada negoisasi, berat memang namun akhirnya Allah memudahkanku untuk menyelesaikan pendidikan tersebut.

            Disana aku belajar banyak, ayah tidak pernah bohong dengan perkataanya. Bagaimana aku belajar mandiri, jujur, toleransi, patuh dan hal-hal yang dapat bermanfaat bagi kehidupanku hari ini, rasanya aku akan terus berterimakasih kepada mereka berdua. Dalam hal apapun yang orangtua berikan dan minta tentu semuanya untuk kebaikan kita dimasa depan, orangtua mana yang tidak ingin melihat anaknya baik, faham agama, dan bermanfaat untuk orang lain? Kiranya aku tahu jawaban mengapa mereka mengikhtiarkan pendidikanku di pesantren, walaupun aku masih jauh dari apa yang mereka harapkan. Setidaknya aku akan belajar lebih baik hari ini dan lebih bermanfaat untuk orang lain.

Terimakasih atas apa-apa yang kalian usahakan untuk kebaikanku….jazakumullah ahsanal jaza’.


Gresik, 5 Ramadhan 1439 H, disela kesibukan mengerjakan tugas akhir yang tak kunjung usai, semangat…..Allah yusahhil

#RamadhanBerbagiInspirasi
#FLPGresik
#Day5

Komentar