RAMADHAN 4th DAY# BELAJAR PADA ANAK ANAK


Aku bersyukur pada setiap kesempatan yang kujalani di empat tahun terakhir ini, Allah memberiku nikmat untuk membersamai dan belajar bersama anak-anak. Dilahirkan bungsu menjadikanku tidak pernah tahu bagaimana rasanya punya adik kecil, masa masa dimana kakaknya dapat dengan puas menggoda…tapi Allah menjadikanku teman belajar bagi mereka dari awal kakiku menapak pada kampus dimana aku sedang belajar disana.

Tahun pertama di bangku kuliah…Allah memberiku kesempatan untuk dapat mengenal karakter anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an milik kampus. Awalnya bingung bagaimana bersikap dengan mereka yang notabene jauh lebih kecil umurnya dari pada aku yang saat itu  sudah 19 tahun. Konflik pun terjadi, bagaimana kebingunganku menghadapi anak anak seusia lima sampai tujuh tahunan yang gemar berlarian di dalam masjid dan menurutku bisa mengganggu kekhusyu’an jamaah yang sedang sholat.

Kadang merasa kesal dan marah dengan mereka, namun aku sadar mereka masih sangat kecil untuk kuluapkan kekesalan dan marahku, aku berusaha bagaimana cara merangkul mereka di tahap umur dimana mereka sangat suka mengeksplorasi diri, mencoba tersenyum riang yang kata orang jarang sekali kuperlihatkan, mencoba belajar lembut dan ramah dalam berkomunikasi dengan mereka, sedikit demi sedikit aku belajar bagaimana mengkondisikan mereka dikemudian hari. Dan pelajaran pertama dari mereka yang aku dapatkan adalah kesabaran.


Anak-anak membuatku lebih baik dalam mengkondisikan sikapku, bagaimana aku berusaha untuk ceria dan kuat di hadapan mereka, menyembunyikan kesedihanku yang mungkin aku dapatkan sebelum bertemu mereka, selalu tersenyum dihadapan mereka, walaupun aku sadar aku masih belajar hal ini dikala bertemu teman seumurku. Hal kedua yang aku pelajari dari mereka adalah bagaimana cara menyembunyikan kesedihan kepada orang lain dan terus tersenyum apapun yang dihadapi.

Hal ketiga yang aku pelajari dari mereka adalah bagaimana mereka memaafkan dan tidak mengungkit kesalahan teman. Kita tahu kan bagaimana ketika anak anak bertengkar dengan temannya, esoknya kita akan melihat mereka saling tersenyum kembali, saling bermain kembali dan saling dekat kembali seperti tidak terjadi apapun kemarin. Hey orang dewasa sudahkah kita bisa seperti anak-anak yang dengan cepat saling memaafkan di kala konflik dengan teman atau saudara sekalipun melanda kita. Waktunya kita kembali belajar dari sikap anak-anak yang polos dalam hal memaafkan.

Sebenarnya banyak hal dan pelajaran yang aku dapatkan dari anak-anak, mereka mengembalikan semangatku ketika aku lelah, mengembalikan senyumku kala kesedihan datang dan juga, mereka tulus memberikan pelukan kala bertemu. Aku selalu berusaha belajar untuk menghadapi mereka hari ini, karena kelak aku tahu aku akan menjadi ibu bagi anak-anakku sendiri, menjadi madrasah pertama untuk mereka, menjadi tempat mereka berkeluh kesah, dan juga menjadi teman mereka dalam setiap konflik yang mereka hadapi.

Semoga kelak entah kapan masa akan menjawab, Allah memberiku anak-anak yang sholih dan sholihah, memiliki pemahaman tentang Allah dan Rosul-Nya lebih dari apapun, anak anak yang menjadi qurrata a’yun bagiku dan suamiku kelak. Terimakasih ya Rabb engkau pertemukan aku dengan sesorang yang dapat menjadi wasilahku untuk belajar dengan anak-anak. Terimakasih juga kamu, seseorang yang sudah percaya bahwa aku bisa bermain dan menebar manfaat kepada anak-anak, jazakumullah khairan.

Rabbana Hablana Min Azwajina wa Dzurriyyatina Qurrota A’yun waj’al lil Muttaqina Imama. Rabbi habli Mina-shalihin.

Ramadhan 1439 H, semoga allah selalu memberikan kemudahan untuk kita semua dalam kebaikan. Saudaramu yang masih dalam proses belajar menjadi baik.
-Hadiyatan Wasilah-


#RamadhanBerbagiInspirasi
#FLPGresik
#Day4
          

Komentar