فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.(QS.Al-Ma’arij:5)
Pada setiap detik demi detik yang disebut penantian
Ada seseorang yang menunggu dengan penuh kesabaran
Menunggu, bahkan terus menunggu dalam ketaatan
Walau tak jarang banyak kerikil cobaan bertebaran
Adakah waktu yang memastikan
Siapa dan kapan semua akan terjawab
Doa doa tak luput dalam ucapan
Meski kadang tersandung, terjatuh atau bahkan terjerembab
Hilir mudik manusia datang tuk singgah
Meski kadang sebagai pemberi hikmah
Atau bahkan hanya pemberi cobaan
Sebagai sebuah proses menemukan
Menemukan bukanlah hal yang mudah
Kadang yang dirasa tepatpun kadang berujung perpisahan
Maka tetapkan tujuanmu lillah
Kelak seseorang yang tepat akan kau temukan
Menjadi tempat terbaikmu menghilangkan lelah
Dan menjadi sahabat terbaikmu menggapai ketaqwaan
@sazzadiyatan
Assalamualaikum……
Bagaimana kabar puasa kita hari ini? Sudahkah kita meningkatkan
kualitas dan kuantitas ibadah kita?
Tulisan ini lahir dari keresahan
teman teman dan juga penulis sendiri melihat kekhawatiran dalam menunggu atas
apa yang kami usahakan pada detik dan di dunia yang sementara ini.
Dalam setiap
perputaran kehidupan, manusia dengan segala kekurangannya pasti mempunyai capaian
capaian dan target dalam kehidupan. Seperti kapan menyelesaikan studi, meraih
pekerjaan yang baik, menemukan jodoh, menikah, memiliki anak, membuat orang
sekitar kita bahagia dan yang terakhir bagaimana kita mempersiapkan amal kita
untuk hidup di akhirat dimana hidup kita di dunia ini hanyalah ladang untuk
kehidupan di akhirat kelak. Dibalik siklus tersebut tentu kita meraih dan
mengusahakan segala target-target tersebut dengan usaha penuh kan? Bagaimana
kita belajar giat agar menyelesaikan studi, kemudian berkompetisi di dunia
pekerjaan agar mendapatkan posisi
terbaik, berikhtiar mencari pendamping hidup yang kata orang susah susah
gampang sehingga nanti lahir generasi-generasi terbaik dan yang terakhir
bagaimana mempertahankan kehidupan di dunia ini sehingga nanti masing masing
mampu berbahagia di akhirat kelak.
Bersabar adalah
salah satu sikap, yang saya yakin hari ini masih banyak orang yang sulit meraih
kesabaran tersebut, termasuk saya juga yang kadang masih suka mengeluh ketika
apa apa yang sudah diusahakan belum terlihat hasilnya, apa yang diimpikan belum
terwujud dan kadang juga apa yang diusahakan penuh gagal. Namun saya yakin
pertolongan Allah dan rencana-Nya selalu baik untuk saya, begitu juga bagi
orang lain.
Jika kita
menilik lebih dalam, kisah kesabaran telah banyak Allah ceritakan di dalam
Al-Qur’an yang tentunya dapat kita ambil hikmah dan pelajaran, seperti kisah
kesabaran Nabi Zakariya pada surat Maryam ayat ke 2 sampai 9 yang belum
dikaruniai anak sampai masa tuanya, namun dia dengan sabar dan terus dan terus
tekun berdoa tanpa lelah, dan lihatlah bagaimana Allah menurunkan rahmat
kepadanya. Kala kepalanya sudah dipenuhi uban, tubuhnya telah lemah dan
istrinya sudah divonis mandul, namun dengan segala kerendahan hati dia terus
meminta kepada Allah “Ya Tuhanku sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku
telah dipenuhi uban dan aku belum pernah
kecewa dalam berdoa kepada-Mu Ya Allah”.
Coba kita
perhatikan doa nabi Zakaria “Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu”
ma shaa Allah sungguh nabi Zakaria sangat berkeyakinan positif bahwa
doa-doanya akan diijabah oleh Allah, kemudian berkat keyakinan dan kesabarannya
Allah mengaruniakannya seorang putra bernama Yahya “Wahai Zakaria Kami
memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya”.
Kisah ini memberi hikmah bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah ketika
kita terus bersabar, berdoa dan yakin akan rahmat-Nya.
Hari ini dan
detik ini siapapun yang sedang bersabar atas apa apa yang ditimpanya dan apa
yang sedang diusahakannya, menyelesaikan studi, mencari pekerjaan, menemukan
jodoh, mendapatkan buah hati, dan yang sedang ditimpa rasa sakit, yakinkan diri
kita bahwa Allah akan memberi balasan kepada hamba-Nya yang sabar dengan pahala
yang lebih baik dari apa yang kita kerjakan. Rabbana Afrigh Alaina Shabran
Wa Tsabbit Aqdamana Wanshurna a’lal Qoumil kafirin. Ya Allah ya Tuhan kami
limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-mu).
Saudarimu yang masih berproses untuk
baik-Hadiyatan Wasilah.
3 Ramadhan 1439 H, disela proses
menyelesaikan tugas akhir, semoga kebaikan selalu membersamai langkah kita.
#RamadhanBerbagiInspirasi
#FLPGresik
#Day3
Komentar
Posting Komentar