RAMADHAN DAY 3 #BERSABAR

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.(QS.Al-Ma’arij:5)


Pada setiap detik demi detik yang disebut penantian
Ada seseorang yang menunggu dengan penuh kesabaran
Menunggu, bahkan terus menunggu dalam ketaatan
Walau tak jarang banyak kerikil cobaan bertebaran
Adakah waktu yang memastikan
Siapa dan kapan semua akan terjawab
Doa doa tak luput dalam ucapan
Meski kadang tersandung, terjatuh atau bahkan terjerembab
Hilir mudik manusia datang tuk singgah
Meski kadang sebagai pemberi hikmah
Atau bahkan hanya pemberi cobaan
Sebagai sebuah proses menemukan
Menemukan bukanlah hal yang mudah
Kadang yang dirasa tepatpun kadang berujung perpisahan
Maka tetapkan tujuanmu lillah
Kelak seseorang yang tepat akan kau temukan
Menjadi tempat terbaikmu menghilangkan lelah
Dan menjadi sahabat terbaikmu menggapai ketaqwaan
@sazzadiyatan

Assalamualaikum……
Bagaimana kabar puasa kita hari ini? Sudahkah kita meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita?
Tulisan ini lahir dari keresahan teman teman dan juga penulis sendiri melihat kekhawatiran dalam menunggu atas apa yang kami usahakan pada detik dan di dunia yang sementara ini.

Dalam setiap perputaran kehidupan, manusia dengan segala kekurangannya pasti mempunyai capaian capaian dan target dalam kehidupan. Seperti kapan menyelesaikan studi, meraih pekerjaan yang baik, menemukan jodoh, menikah, memiliki anak, membuat orang sekitar kita bahagia dan yang terakhir bagaimana kita mempersiapkan amal kita untuk hidup di akhirat dimana hidup kita di dunia ini hanyalah ladang untuk kehidupan di akhirat kelak. Dibalik siklus tersebut tentu kita meraih dan mengusahakan segala target-target tersebut dengan usaha penuh kan? Bagaimana kita belajar giat agar menyelesaikan studi, kemudian berkompetisi di dunia pekerjaan agar  mendapatkan posisi terbaik, berikhtiar mencari pendamping hidup yang kata orang susah susah gampang sehingga nanti lahir generasi-generasi terbaik dan yang terakhir bagaimana mempertahankan kehidupan di dunia ini sehingga nanti masing masing mampu berbahagia di akhirat kelak.

Bersabar adalah salah satu sikap, yang saya yakin hari ini masih banyak orang yang sulit meraih kesabaran tersebut, termasuk saya juga yang kadang masih suka mengeluh ketika apa apa yang sudah diusahakan belum terlihat hasilnya, apa yang diimpikan belum terwujud dan kadang juga apa yang diusahakan penuh gagal. Namun saya yakin pertolongan Allah dan rencana-Nya selalu baik untuk saya, begitu juga bagi orang lain.

Jika kita menilik lebih dalam, kisah kesabaran telah banyak Allah ceritakan di dalam Al-Qur’an yang tentunya dapat kita ambil hikmah dan pelajaran, seperti kisah kesabaran Nabi Zakariya pada surat Maryam ayat ke 2 sampai 9 yang belum dikaruniai anak sampai masa tuanya, namun dia dengan sabar dan terus dan terus tekun berdoa tanpa lelah, dan lihatlah bagaimana Allah menurunkan rahmat kepadanya. Kala kepalanya sudah dipenuhi uban, tubuhnya telah lemah dan istrinya sudah divonis mandul, namun dengan segala kerendahan hati dia terus meminta kepada Allah “Ya Tuhanku sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi  uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu Ya Allah”.

Coba kita perhatikan doa nabi Zakaria “Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu” ma shaa Allah sungguh nabi Zakaria sangat berkeyakinan positif bahwa doa-doanya akan diijabah oleh Allah, kemudian berkat keyakinan dan kesabarannya Allah mengaruniakannya seorang putra bernama Yahya “Wahai Zakaria Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya”. Kisah ini memberi hikmah bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah ketika kita terus bersabar, berdoa dan yakin akan rahmat-Nya.

Hari ini dan detik ini siapapun yang sedang bersabar atas apa apa yang ditimpanya dan apa yang sedang diusahakannya, menyelesaikan studi, mencari pekerjaan, menemukan jodoh, mendapatkan buah hati, dan yang sedang ditimpa rasa sakit, yakinkan diri kita bahwa Allah akan memberi balasan kepada hamba-Nya yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang kita kerjakan. Rabbana Afrigh Alaina Shabran Wa Tsabbit Aqdamana Wanshurna a’lal Qoumil kafirin. Ya Allah ya Tuhan kami limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah  kami dalam keadaan berserah diri (kepada-mu).

Saudarimu yang masih berproses untuk baik-Hadiyatan Wasilah.
3 Ramadhan 1439 H, disela proses menyelesaikan tugas akhir, semoga kebaikan selalu membersamai langkah kita.

#RamadhanBerbagiInspirasi
#FLPGresik
#Day3


Komentar